Megapolitan.co – Seorang pria berinisial AK (42) tewas ditembak di sebuah rumah kontrakan di Jalan Payak Ubi, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (28/10/2026) siang.

Polisi mengidentifikasi pria berinisial MA (35) sebagai terduga pelaku dan kini memburunya.

Korban sempat dibawa warga ke klinik untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Kabid Humas Polda Bangka Belitung Kombes Pol Agus Sugiyarso membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan, laporan penembakan yang menewaskan satu orang itu telah diterima dari Kapolres Bangka Selatan.

“Benar, kami sudah dapat laporannya dari Kapolres Bangka Selatan bahwa ada kejadian penembakan di sana yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia,” kata Sugiyarso, Rabu sore.

Setelah menerima laporan, petugas gabungan dari Polres Bangka Selatan dan Polda Bangka Belitung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan.

Tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Babel juga telah diterjunkan ke Bangka Selatan untuk membantu pencarian terduga pelaku.

“Saat ini Tim dari Ditreskrimum Polda sudah kesana (Basel) bergabung bersama Polres untuk melakukan perburuan terhadap pelaku penembakan,” ungkapnya.

Sugiyarso menegaskan, Kapolda Bangka Belitung telah memerintahkan jajarannya untuk segera menangkap MA. Koordinasi lintas satuan wilayah juga dilakukan guna mendukung proses pengejaran.

“Perintah Bapak Kapolda, agar terduga pelaku segera ditangkap termasuk melakukan koordinasi antar satuan wilayah guna membantu penangkapan terhadap terduga pelaku ini,”tegasnya.

Kronologi Penembakan di Toboali

Berdasarkan informasi awal yang diterima polisi, peristiwa itu bermula ketika korban bersama dua saksi sedang bersantai di dalam rumah kontrakan. Terduga pelaku kemudian datang dan bergabung untuk berbincang bersama mereka.

Tidak lama berselang, terdengar suara letusan senjata api. Kedua saksi yang terkejut mendapati korban sudah bersimbah darah dan tergeletak di lantai.

Terduga pelaku kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor. Korban sempat mendapat perawatan medis, namun nyawanya tak tertolong.

“Informasi yang kita terima, korban yang sebelumnya berada di Klinik Bakti Timah, rencananya akan dibawa ke RS Bhayangkara Polda untuk selanjutnya dilakukan autopsi guna kepentingan penyelidikan,” pungkas Sugiyarso.

 

Megapolitandotco
Editor