Megapolitan.co – Malam pergantian tahun baru 2026, Presiden Prabowo Subianto memilih tidak menggelar agenda perayaan.
Sang Kepala Negara justru berada di wilayah terdampak banjir bandang di Sumatera untuk mengawal langsung proses transisi penanganan bencana dari fase darurat menuju rehabilitasi.
Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda sejumlah daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Presiden memastikan kebijakan penanganan bencana dijalankan secara terukur dan berbasis data agar pemulihan masyarakat berjalan efektif.
Agenda lapangan di Aceh sempat tidak dapat dilaksanakan akibat cuaca buruk. Namun, Presiden tetap memimpin rapat koordinasi lintas kementerian serta melaksanakan doa bersama warga terdampak. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu dinilai menjadi penegasan, bahwa negara tetap hadir meski dalam keterbatasan situasi.
Secara kebijakan, Pemerintah Provinsi Aceh memutuskan memperpanjang status tanggap darurat bencana hingga 8 Januari 2026. Perpanjangan ini berlaku di 11 kabupaten/kota yang masih terdampak banjir bandang sejak akhir Desember 2025.
Berbeda dengan Aceh, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah mengakhiri masa tanggap darurat pada 31 Desember 2025.
Wilayah tersebut kini memasuki fase pemulihan dengan fokus pada pembukaan akses jalan, pembangunan hunian sementara, serta perbaikan infrastruktur dasar.
Sumatera Barat lebih dulu mengakhiri status tanggap darurat pada 23 Desember 2025. Pemerintah daerah memusatkan perhatian pada pendataan kerusakan serta pemulihan layanan publik pascabencana.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan, pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi mempercepat pemulihan, di antaranya dengan pemasangan jembatan Bailey untuk membuka keterisolasian wilayah serta pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak.
Salah satu capaian konkret adalah selesainya pembangunan 600 unit hunian sementara oleh Danantara di Aceh Tamiang dalam waktu singkat. Hunian tersebut telah dimanfaatkan warga untuk mendukung pemulihan kehidupan pascabencana.
Respons positif atas langkah Prabowo juga disampaikan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang. Ia menilai keputusan Presiden tetap berada di kawasan bencana pada malam pergantian tahun mencerminkan kepemimpinan yang hadir dan bertanggung jawab di tengah krisis.
Dalam penanganan pascabencana, Presiden Prabowo menegaskan prinsip kerjanya, “Saya percaya dengan bukti, itu cara kerja saya“.
Pernyataan tersebut diwujudkan melalui percepatan rehabilitasi di berbagai wilayah terdampak.






Tinggalkan Balasan