Megapolitan.co – Masyarakat Kampung Duber, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Papua, memiliki peluang mengembangkan kegiatan ekonomi yang tidak hanya bertumpu pada pekerjaan sebagai nelayan.

Potensi tersebut dapat diperluas melalui pengolahan, pemasaran, distribusi hasil laut, hingga usaha pendukung lainnya.

Pengembangan aktivitas ekonomi tersebut menjadi salah satu konteks pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kampung Duber.

Fasilitas yang disiapkan tidak hanya ditujukan untuk mendukung aktivitas nelayan, tetapi juga membuka ruang bagi kegiatan ekonomi masyarakat pesisir.

Perkembangan pembangunan KNMP Duber ditinjau langsung Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita bersama rombongan pada 16 September 2026.

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja Wakil Panglima TNI di Kabupaten Supiori dan Kabupaten Biak Numfor.

Dalam agenda tersebut, rombongan melihat sejumlah program pembangunan, termasuk fasilitas yang diarahkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir.

Berdasarkan informasi Kodam XVII/Cenderawasih, rangkaian kunjungan di Supiori mencakup Kampung Waryesi dan Kampung Duber.

Di Kampung Duber, rombongan disambut masyarakat melalui tarian adat sebelum meninjau lokasi pembangunan KNMP.

Wakil Panglima TNI kemudian melihat perkembangan pembangunan KNMP Kampung Duber dengan didampingi tim konstruksi Satgas KNMP.

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan fasilitas yang ditujukan mendukung aktivitas dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto mengatakan kunjungan tersebut memperlihatkan perhatian terhadap pembangunan satuan sekaligus program yang memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir.

“Melalui kunjungan ini, pimpinan TNI dapat melihat langsung perkembangan pembangunan satuan sekaligus program pemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir. Kodam XVII/Cenderawasih terus mendukung sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengawal berbagai program pembangunan di Papua,” ujar Tri.

Dari sisi perekonomian, keberadaan fasilitas pendukung dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas setelah hasil tangkapan diperoleh.

Kegiatan ekonomi tidak harus berhenti pada pekerjaan menangkap ikan. Hasil laut dapat menjadi bagian dari rantai kegiatan yang lebih panjang, mulai dari penanganan hasil tangkapan hingga pengolahan dan pemasaran.

Jika pengelolaannya berjalan baik dan terhubung dengan aktivitas ekonomi warga, rangkaian kegiatan tersebut berpotensi berkembang menjadi usaha turunan di tingkat kampung.

Kondisi tersebut juga membuka ruang bagi generasi muda Kampung Duber untuk melihat sektor perikanan sebagai salah satu pilihan kegiatan ekonomi di kampung sendiri.

Mereka berpotensi terlibat tidak hanya sebagai nelayan, tetapi juga dalam pengolahan hasil laut, pemasaran, distribusi, hingga pengembangan usaha pendukung lainnya.

Dengan adanya peluang tersebut, aktivitas ekonomi masyarakat pesisir dapat berkembang lebih beragam. Potensi perikanan tidak hanya menghasilkan pendapatan dari hasil tangkapan, tetapi juga dapat menjadi bahan untuk kegiatan ekonomi lain di tingkat kampung.

Proses pembangunan KNMP Duber juga tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat setempat. Dukungan pemerintah kampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga menjadi bagian penting dalam tahapan persiapan pembangunan kawasan.

Keterlibatan unsur masyarakat menjadi penting karena fasilitas yang dibangun nantinya akan digunakan dan dikelola untuk menunjang aktivitas warga.

Dengan demikian, pembangunan kawasan perlu tetap memperhatikan karakteristik, kebutuhan, serta potensi ekonomi masyarakat pesisir setempat.

Pembangunan fisik juga bukan menjadi akhir dari keberadaan KNMP. Setelah fasilitas tersedia, pemanfaatan secara produktif, perawatan sarana, tata kelola, serta pembagian peran antara masyarakat dan pihak terkait akan menjadi faktor penting agar fasilitas dapat digunakan dalam jangka panjang.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam perjalanan KNMP Duber. Progres pembangunan yang terlihat saat ini perlu dilanjutkan dengan pengelolaan yang mampu menghubungkan fasilitas dengan kebutuhan nyata nelayan dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Peninjauan pada 16 September 2026 menjadi salah satu momentum untuk melihat perkembangan pembangunan KNMP Duber secara langsung.

Ke depan, manfaat kawasan tersebut akan sangat ditentukan oleh bagaimana fasilitas yang tersedia dimanfaatkan, dirawat, dan dikembangkan bersama sehingga dapat mendukung kegiatan perikanan serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kampung Duber.

 

megapolitanco
Editor