Megapolitan.co – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) awal Desember 2025, dinamika PAN Kota Bekasi tidak hanya bergerak di ruang-ruang terbuka, tetapi juga lewat manuver halus para elite dan kader lapangan.

Forum silaturahmi yang dihadiri ratusan kader di Hotel Merbabu Bekasi, menjadi sinyal bahwa kontestasi kali ini bukan sekadar memilih ketua, melainkan menentukan arah baru partai setelah periode panjang penuh stagnasi.

Sosok Lukman Hakim atau Alex Ziblo muncul dan memanfaatkan momentum ini. Besarnya kehadiran kader dan loyalis memperlihatkan, bahwa Alex bukan hanya datang membawa ambisi politik, tetapi juga representasi keresahan internal terhadap macetnya regenerasi dan lemahnya mesin partai.

Dengan gagasan “PAN Merakyat”, ia mendorong partai kembali turun ke akar persoalan warga, alih-alih berkutat pada kepentingan elite.

Alex mengklaim telah mengantongi dukungan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua DPW Ahmad Najib, dan sembilan DPC PAN Kota Bekasi.

Ia juga menyoroti kemunduran PAN setelah hilangnya satu kursi DPR RI pada Pemilu 2024, serta menyebut kontribusi Intan Fauzi bagi Kota Bekasi.

“PAN kurang solid dalam pemilu dan pilkada sebelumnya. Jika amanah itu diberikan kepada saya, perubahan menjadi kewajiban,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).

Forum yang mempertemukan para senior, mantan caleg, dan tokoh internal ini menjadi titik refleksi: apakah PAN Kota Bekasi siap melakukan perbaikan struktur dan kultur politik, atau Musda kali ini hanya menjadi panggung formalitas tanpa pembaruan nyata.

Di balik panggung deklarasi, kontestasi sesungguhnya adalah pertaruhan arah masa depan partai.

megapolitanco
Editor