Dalam rapat koordinasi tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta pengawasan ketat pada periode arus puncak.
Seluruh pihak juga diminta berkomitmen menjalankan kebijakan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian dan lembaga guna memastikan kelancaran Angkutan Lebaran.
Sebagai operator utama penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan trafik kendaraan.
Salah satunya melalui penerapan delaying system di berbagai titik bufferzone, baik di wilayah Merak maupun Bakauheni, guna mengatur arus kendaraan sebelum memasuki pelabuhan.
Kesiapan operasional juga diperkuat dengan pengamanan terpadu yang melibatkan 1.185 personel di Merak dan 741 personel di Bakauheni.
Petugas tersebut akan disiagakan di jalur akses jalan, bufferzone, hingga area pelabuhan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan dan penumpang.
Selain penguatan sistem operasional, fasilitas di area pelabuhan juga terus ditingkatkan untuk kenyamanan pengguna jasa.
Berbagai sarana pendukung seperti tenant makanan dan minuman, minimarket, pusat oleh-oleh, hingga ruang bermain anak disiapkan bagi para penumpang yang menunggu keberangkatan kapal.
Fasilitas Ramah Anak
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi mengapresiasi kehadiran fasilitas ramah anak dan keluarga di kawasan pelabuhan.
Menurutnya, ruang bermain anak dapat menciptakan suasana perjalanan yang lebih nyaman sekaligus mempererat interaksi antara orang tua dan anak selama perjalanan mudik.
Untuk mempermudah masyarakat, ASDP juga mengoptimalkan sistem tiket digital melalui platform Ferizy yang memungkinkan calon penumpang memesan tiket secara daring.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menjelaskan melalui sistem tersebut, tiket penyeberangan dapat dibeli hingga H-60 sebelum keberangkatan. E-ticket juga dikirim langsung melalui WhatsApp maupun email, serta didukung berbagai metode pembayaran digital.
“Kami dorong masyarakat yang akan mudik, agar membeli tiket sejak jauh hari karena sudah tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Pastikan bertiket H-1 dan hindari pembelian melalui calo yang dapat merugikan pengguna jasa,” ujar Heru.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menambahkan bahwa sosialisasi pembelian tiket secara daring perlu diperluas agar masyarakat terbiasa merencanakan perjalanan lebih awal dan mengurangi potensi antrean panjang kendaraan di pelabuhan.
Trafik Penyeberangan
Berdasarkan data Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada periode H-9 atau 12 Januari 2026 pukul 00.00–23.59 WIB, tercatat sebanyak 254 perjalanan kapal (trip) yang beroperasi.
Jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa menuju Sumatera mencapai 41.171 orang, turun 19,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 51.073 orang.
Untuk kendaraan, roda dua tercatat 1.152 unit atau turun 27,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 1.593 unit. Kendaraan roda empat mencapai 4.364 unit atau turun 27,9 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 6.051 unit.
Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada H-9 mencapai 10.117 unit atau turun 18,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 12.347 unit.
Sementara itu, dari sisi Sumatera, data Posko Bakauheni mencatat 123 trip kapal beroperasi pada periode yang sama.
Penumpang yang menyeberang menuju Jawa mencapai 35.251 orang atau turun 7,1 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 37.946 orang.
Total kendaraan dari Sumatera ke Jawa pada H-9 tercatat 8.220 unit atau meningkat 4,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 7.854 unit.
Dengan berbagai langkah persiapan tersebut, pemerintah optimistis arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih tertib dan terkendali.






Tinggalkan Balasan