Megapolitan.co – Pergerakan masyarakat saat mudik Lebaran 2026 bakal kembali melonjak, dengan jumlah pemudik diperkirakan mencapai 143 juta orang.

Kementerian Perhubungan menyiapkan skema penanganan terpadu untuk mengantisipasi kepadatan, terutama di jalur darat yang masih didominasi kendaraan pribadi.

Dominasi penggunaan kendaraan pribadi dinilai berpotensi menimbulkan persoalan klasik, mulai dari kemacetan panjang, kelelahan pengemudi, hingga meningkatnya risiko kecelakaan.

Karena itu, berbagai langkah antisipatif disiapkan sejak dini, termasuk penguatan transportasi alternatif dan penambahan fasilitas pendukung di titik-titik krusial jalur mudik.

Untuk itu, pemerintah menghadirkan strategi arus mudik 2026 yang terintegrasi, mulai dari program angkutan motor gratis (Motis), penyediaan rest area tambahan, hingga penguatan transportasi penyeberangan di titik krusial seperti Pelabuhan Gilimanuk.

“Kami memastikan seluruh kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat selama mudik Lebaran,” ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono dalam keterangannya, dikutip Rabu (18/3/2026).

Motis 2026: 11.900 Motor Diangkut Gratis

Salah satu program unggulan dalam strategi arus mudik tahun ini adalah Angkutan Motor Gratis (Motis) 2026.

Program ini menyediakan kuota hingga 11.900 unit sepeda motor, dengan kapasitas penumpang mencapai 28.000 orang.

Langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi dominasi kendaraan roda dua di jalur utama yang selama ini menjadi salah satu penyumbang angka kecelakaan tertinggi saat mudik.

“Program Motis bertujuan mengalihkan penggunaan sepeda motor ke moda transportasi yang lebih aman, sehingga risiko kecelakaan bisa ditekan secara signifikan,” jelas Allan.

Adapun titik keberangkatan Motis tersebar di sejumlah terminal besar di Jakarta, seperti Kampung Rambutan, Lebak Bulus dan Pulogebang.

Peserta program juga diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan, seperti membawa dokumen lengkap, menggunakan helm berstandar SNI, serta tidak membawa barang berbahaya.

177 Terminal dan 48 UPPKB Disulap Jadi Rest Area

Selain Motis, pemerintah juga memperluas fasilitas istirahat bagi pemudik dengan mengoptimalkan 177 terminal dan 48 Unit Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) sebagai rest area tambahan.

Langkah ini diambil untuk mengurangi kepadatan di rest area konvensional yang kerap mengalami penumpukan kendaraan saat puncak mudik.

Fasilitas yang disediakan meliputi tempat ibadah dan ruang istirahat, layanan kesehatan darurat, pemeriksaan kendaraan untuk mencegah over dimension dan over load serta dukungan logistik dasar bagi pemudik.

Menurut Kemenhub, distribusi titik istirahat yang lebih merata menjadi kunci dalam menekan kelelahan pengemudi.

“Dengan rest area yang tersebar, pemudik tidak perlu memaksakan diri berhenti di satu titik. Ini penting untuk menjaga stamina dan keselamatan selama perjalanan,” tambahnya.

Gilimanuk Diperkuat: 35 Kapal dan Sistem Baru

Perhatian khusus juga diberikan pada jalur penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan terparah saat mudik.

Tahun ini, jumlah kapal operasional ditingkatkan menjadi 35 unit, naik dari sebelumnya 28 kapal. Selain itu, pemerintah juga menerapkan sistem Tata Batas Bongkar Muat (TBB) untuk mempercepat proses keluar-masuk kendaraan dari kapal.

Sejumlah langkah tambahan turut disiapkan, seperti:

• Buffer zone untuk mengatur antrean kendaraan

• Sistem pemantauan berbasis data secara real-time

• Rekayasa lalu lintas di sekitar pelabuhan

Kemenhub menyebut, kombinasi kebijakan ini berhasil menekan antrean kendaraan secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Strategi Terintegrasi untuk Mudik Aman

Secara keseluruhan, strategi arus mudik 2026 dinilai lebih komprehensif karena menggabungkan tiga pendekatan utama:

• Pengalihan moda transportasi melalui program Motis

• Pemerataan fasilitas istirahat untuk mengurangi kelelahan

• Penanganan titik bottleneck seperti Pelabuhan Gilimanuk

Pendekatan ini diharapkan mampu mengurai kepadatan sekaligus meningkatkan keselamatan pemudik secara menyeluruh.

“Ini bukan sekadar pengaturan lalu lintas, tetapi strategi menyeluruh berbasis data dan pengalaman tahun sebelumnya,” tegas Allan.

Imbauan untuk Pemudik

Pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya, untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan, termasuk program Motis dan rest area alternatif.

Pemudik juga disarankan untuk merencanakan perjalanan lebih awal, menghindari jam puncak dan memastikan kondisi kendaraan dan kesehatan prima.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, arus mudik Lebaran 2026 diharapkan dapat berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman.

megapolitanco
Editor