Megapolitan.co – Upaya menjamin pemerataan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua dilakukan dengan cara yang tak lazim.
Di kawasan Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, distribusi MBG harus menyeberangi perairan Danau Sentani menggunakan kapal cepat demi menjangkau sekolah-sekolah di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Aktivitas tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @tvrinasional pada Senin 26 Januari 2026.
Dalam video itu, tampak sebuah speed boat membawa ratusan paket MBG melaju di tengah danau, meski diterpa angin kencang dan ombak yang cukup tinggi.
Kapal cepat itu berhenti di sejumlah titik, mulai dari sekolah-sekolah di sepanjang tepian danau hingga sekolah dan posyandu yang berada di pulau-pulau kecil di tengah Danau Sentani.
Wilayah ini diketahui memiliki lebih dari 20 pulau kecil yang tersebar di antara Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.
“Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, menggunakan speed boat sebagai transportasi utama untuk menjangkau sekolah-sekolah di tepian Danau Sentani.
Pengiriman ini dilakukan oleh SPPG Asey Besar, Sentani Timur,” tulis akun @tvrinasional dalam keterangan unggahannya.
Kepala SPPG Asey Besar, Sofyan Hasan, mengungkapkan dapur MBG di wilayah tersebut telah beroperasi sejak 30 September 2025. Saat ini, layanan MBG menjangkau 2.955 penerima manfaat yang tersebar di 29 sekolah, mulai dari PAUD hingga SMA, serta sembilan posyandu di kawasan pesisir dan pulau.
“Diharapkan MBG yang disiapkan SPPG Asey Besar Sentani Timur Kabupaten Jayapura, Papua, dapat meningkatkan kesehatan generasi muda Papua agar tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan,” ujar Sofyan.
Di sisi lain, Ketua Yayasan Teker Harapan Papua yang menaungi SPPG Asey Besar, Hesty Imelda Kere, menilai keberadaan dapur MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi dan partisipasi masyarakat adat setempat.
“Karena yang kami libatkan di dalam setiap kerja-kerja di SPPG Asey Besar adalah masyarakat adat setempat. Para relawan kami ambil dari komunitas masyarakat adat, supplier juga kami ambil dari komunitas masyarakat adat,” kata Hesty.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat adat juga mencakup penyediaan bahan pangan hingga layanan transportasi air.
“Kebutuhan lainnya seperti angkutan juga (melibatkan masyarakat), karena kami melayani anak-anak sekolah dan kelompok B3-ibu hamil, ibu menyusui, dan balita-di wilayah perairan Danau Sentani,” tutupnya.






Tinggalkan Balasan