Megapolitan.co – Pemerintah Kota Cilegon bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana melakukan monitoring terhadap aktivitas pertambangan di empat kecamatan.
Langkah ini dilakukan menyusul dugaan aktivitas tambang menjadi salah satu penyebab banjir parah yang melanda kota industri tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, mengatakan monitoring dilakukan sebagai upaya mitigasi untuk menekan potensi banjir yang terus berulang, terutama saat intensitas hujan tinggi.
“Monitoring ini kami lakukan untuk menghentikan sementara aktivitas pertambangan di Kota Cilegon. Ada indikasi kuat bahwa kegiatan tambang berkontribusi terhadap terjadinya banjir parah,” ujar Aziz, Selasa (20/1/2026).
Berdasarkan data Pemerintah Kota Cilegon, saat ini terdapat 32 titik tambang di wilayah tersebut.
Delapan di antaranya merupakan tambang ilegal yang sebelumnya telah ditutup oleh Pemerintah Provinsi Banten.
Sementara itu, delapan tambang lainnya yang tersebar di empat kecamatan akan dihentikan sementara aktivitasnya hingga waktu yang belum ditentukan.
Aziz menegaskan, penghentian sementara ini menjadi bagian dari langkah evaluasi menyeluruh terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan.
“Kami tidak hanya menghentikan aktivitas tambang, tetapi juga akan menata ulang sistem pendukungnya, termasuk stokpile,” katanya.
Selain menghentikan kegiatan tambang, Pemkot Cilegon juga akan menghentikan aktivitas stokpile material yang berada di kawasan Jalan Lingkar Selatan.
Stokpile tersebut rencananya akan dialihkan ke lokasi yang lebih aman, yakni di sekitar pintu Tol Cilegon Timur.
Namun demikian, Aziz mengakui bahwa proses penghentian aktivitas tambang tidak sepenuhnya mudah dilakukan. Pasalnya, sejumlah lokasi tambang berada di wilayah perbatasan antara Kota Cilegon dan Kabupaten Serang.
“Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena kewenangannya bersinggungan dengan daerah lain. Kami akan berkoordinasi lebih lanjut agar penanganannya bisa dilakukan secara terpadu,” pungkasnya.






Tinggalkan Balasan