Rencana Aksi Mitra SPPG di DPR

Selain persoalan meme, perhatian publik juga tertuju pada rencana aksi sejumlah mitra SPPG di Gedung DPR RI pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Berdasarkan pemberitaan BITV Online yang menjadi rujukan dalam informasi tersebut, aksi itu direncanakan untuk menyampaikan aspirasi terkait kepastian operasional dapur SPPG, investasi pembangunan fasilitas serta hubungan kemitraan dengan BGN.

Sejumlah mitra disebut telah mengeluarkan modal untuk membangun dapur SPPG. Modal tersebut antara lain berasal dari dana pribadi maupun pinjaman perbankan.

Persoalan kemudian muncul ketika sebagian fasilitas yang sudah dibangun belum mendapatkan kepastian waktu operasional.

Dalam rencana aksi tersebut, mitra SPPG membawa empat tuntutan. Mereka menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan program MBG, meminta pencabutan moratorium pembangunan SPPG, meminta mekanisme pengembalian investasi pembangunan dapur serta menginginkan kepastian hukum terkait hubungan kemitraan dengan BGN.

Substansi tuntutan tersebut perlu dipisahkan dari interpretasi pihak lain yang mengaitkan aksi dengan kepentingan politik tertentu.

Dukungan terhadap keberlanjutan MBG merupakan sikap yang tercantum dalam tuntutan kelompok mitra. Sementara dugaan mengenai motif politik di balik aksi merupakan interpretasi berbeda yang membutuhkan sumber serta bukti tersendiri.

Angka 0,005 Persen Bukan Pernyataan Baru pada 2026

Angka 0,005 persen yang kembali ramai dibicarakan juga perlu ditempatkan sesuai konteks waktunya.

Pernyataan tersebut bukan disampaikan Presiden Prabowo pada 2026, melainkan dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 5 Mei 2025 ketika pemerintah mengevaluasi pelaksanaan MBG. Saat itu, Presiden menyampaikan perkembangan jumlah penerima manfaat dan kasus keracunan yang dilaporkan kepadanya.

“Jadi bisa dikatakan yang keracunan sejumlah 200 orang itu dari 3 (juta) sekian, kalau tidak salah adalah 0,005. Berarti keberhasilannya adalah 99,99 persen,” ujar Prabowo.

megapolitanco
Editor