Megapolitan.co – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kampung Wamargege, Distrik Konda, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, berpotensi memperluas sumber pendapatan masyarakat pesisir.

Selain mendukung kegiatan penangkapan ikan dan udang, kawasan tersebut dapat menjadi penggerak usaha pengolahan hasil laut, perdagangan, distribusi, hingga kuliner.

Pembangunan KNMP ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Sorong Selatan Petronela Krenak bersama Wakil Bupati Yohan Bodori dan unsur Forkopimda, pada 12 Juli 2026.

Program pemerintah pusat ini diharapkan memperkuat infrastruktur perikanan sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi masyarakat setempat.

Wakil Bupati Sorong Selatan Yohan Bodori menyampaikan apresiasi terhadap program tersebut. “Potensi perairan di Sorong Selatan sangat melimpah. Baik itu ikan, kepiting dan udang,” katanya, dikutip RRI.

Yohan juga menyebut udang banana sebagai salah satu komoditas yang tersedia di wilayah Sorong Selatan.

Potensi tersebut menjadi modal bagi masyarakat Kampung Wamargege dan Kampung Konda yang selama ini menggantungkan sebagian penghidupan pada sektor perikanan.

Laporan TelusuRI berjudul Mendambakan Kedaulatan Udang Sorong Selatan, yang terbit pada 6 Januari 2025, mencatat udang banana sebagai komoditas utama hasil tangkapan masyarakat di kedua kampung.

Laporan tersebut mengutip penelitian yang menyebut sekitar 50–70 persen hasil tangkapan masyarakat Konda dan Wamargege berupa udang banana.

Besarnya potensi komoditas tersebut membuka peluang pengembangan usaha yang tidak hanya bergantung pada penjualan hasil tangkapan mentah.

Melalui dukungan KNMP, masyarakat berpeluang mengembangkan kegiatan pengolahan, perdagangan, dan distribusi produk laut untuk menambah nilai ekonomi komoditas perikanan.

Laporan TelusuRI juga menggambarkan inisiatif ekonomi berbasis masyarakat di Konda dan Wamargege, termasuk koperasi yang membantu pemasaran hasil tangkapan serta usaha rumah tangga yang mengolah kepala udang menjadi produk kaldu.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa nilai ekonomi komoditas perikanan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya hasil tangkapan, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat mengelola, mengolah, dan memasarkan produk. Pengembangan KNMP dapat menjadi pelengkap bagi inisiatif lokal semacam ini apabila masyarakat dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaannya.

Selain menjaga mutu hasil tangkapan, pengembangan KNMP berpotensi membuka peluang ekonomi lain bagi masyarakat Wamargege.

Kegiatan perdagangan, pengolahan udang, distribusi produk laut, penyediaan kebutuhan melaut, hingga usaha kuliner dapat berkembang apabila didukung permintaan pasar dan model usaha yang berkelanjutan.

Pengolahan bagian udang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal juga dapat menjadi peluang usaha tambahan. Namun, pengembangan produk tersebut tetap perlu memenuhi standar keamanan pangan dan memiliki pasar yang jelas agar dapat memberikan keuntungan bagi pelaku usaha.

Peluang ekonomi itu membutuhkan dukungan pengelolaan kawasan yang terarah. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dalam siaran pers, pada 5 Juli 2026 mengenai pembekalan pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, menekankan pentingnya pengelolaan aset KNMP secara produktif.

“Tugas pengurus adalah mengoperasionalkan aset tersebut agar berputar menjadi profit yang menguntungkan seluruh anggota koperasi,” ungkap Plt Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa koperasi memiliki peran penting dalam menghubungkan fasilitas KNMP dengan kegiatan usaha masyarakat.

Aset yang tersedia perlu dikelola agar menghasilkan manfaat ekonomi, bukan hanya menjadi bangunan yang tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Meski demikian, pembangunan kawasan perikanan perlu disertai tata kelola yang transparan, pembagian manfaat yang jelas, dan akses pasar yang dapat dijangkau nelayan.

Kesiapan kelembagaan, keterampilan pengelola, biaya operasional, pemeliharaan fasilitas, serta kepastian pembeli menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Masyarakat setempat juga perlu memperoleh ruang partisipasi agar keberadaan fasilitas benar-benar menjawab kebutuhan nelayan dan memberikan manfaat ekonomi yang terukur.

Pelibatan masyarakat penting untuk memastikan peluang usaha yang berkembang tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, tetapi juga memberikan manfaat bagi anggota koperasi dan warga sekitar.

Keberlanjutan sumber daya pesisir juga tidak dapat dipisahkan dari pengembangan ekonomi perikanan Wamargege. Kawasan Konda dan Wamargege memiliki ekosistem mangrove yang menjadi bagian penting habitat berbagai biota perairan.

Pemanfaatan udang banana dan komoditas laut lainnya perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga habitat, menerapkan praktik penangkapan yang bertanggung jawab, dan mempertahankan ketersediaan sumber daya bagi generasi berikutnya.

Perlindungan ekosistem menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada hasil laut.

Dengan potensi perikanan, inisiatif koperasi, dan usaha rumah tangga yang telah berkembang, KNMP Wamargege memiliki peluang memperluas kegiatan ekonomi masyarakat pesisir Sorong Selatan.

Peluang tersebut membutuhkan pengelolaan profesional, penguatan usaha masyarakat, tata kelola yang transparan, serta jaringan pemasaran yang berkelanjutan.

Keberhasilan program ini pada akhirnya perlu dilihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat, mulai dari bertambahnya peluang usaha dan nilai tambah produk hingga terjaganya sumber daya pesisir yang menopang perekonomian nelayan.

 

Megapolitandotco
Editor