Megapolitan.co – Sebanyak 55,3 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sementara itu, 40,9 persen responden mengaku tidak puas, berdasarkan survei terbaru Poltracking Indonesia.

Survei tersebut dilaksanakan pada 30 September hingga 7 Oktober 2026, dengan melibatkan 1.220 warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih. Adapun 3,8 persen responden lainnya tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.

“Tingkat kepuasan kepada pemerintah 30 September sampai 7 Oktober 2026, yang puas 55,3%, yang tidak puas 40,9%, sisa 3,8% tidak tahu dan tidak jawab,” kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda Rasyid, dikutip dari YouTube Poltracking, Selasa (20/10/2026).

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka, dengan margin of error sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hanta mengatakan, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah selama setahun terakhir cenderung tidak mengalami perubahan berarti. Dalam dua survei terakhir pada Agustus dan Oktober 2026, tingkat kepuasan dinilai relatif stabil.

“Dua survei terakhir Agustus 2026 sampai Oktober 2026 itu secara tren bisa dikatakan kesimpulan stabil, tidak mengalami kenaikan tapi tidak turun,” terang Hanta.

“Jadi dalam bahasa optimis pemerintah berhasil mempertahankan stabilitas tingkat kepuasan tapi dengan diksi yang berhati-hati untuk pemerintah ini stagnan jadi perlu dicari terobosan untuk meningkatkan tingkat kepuasaan ini,” sambungnya.

Bantuan Pemerintah dan MBG Jadi Alasan Kepuasan

Poltracking juga mengidentifikasi sejumlah faktor kepuasan responden terhadap kinerja pemerintah. Sebanyak 16,5 persen responden menilai bantuan pemerintah sudah tepat sasaran. Sementara 15 persen responden mengaku puas dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di sisi lain, ketidakpuasan publik banyak berkaitan dengan persoalan ekonomi. Sebanyak 18,9 persen responden yang tidak puas menyebut kondisi ekonomi belum stabil sebagai alasan utama.

Sebanyak 15,4 persen lainnya menilai harga kebutuhan pokok masih mahal. Sementara itu, 14,3 persen responden menganggap bantuan pemerintah belum tepat sasaran.

Kepuasan terhadap Prabowo dan Gibran

Survei Poltracking turut mengukur penilaian responden terhadap kinerja Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran secara personal.

Hasilnya, tingkat kepuasan terhadap kinerja Prabowo tercatat sebesar 52,3 persen. Adapun 45,4 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja personal Presiden.

Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap kinerja personal Gibran mencapai 50,9 persen. Sebanyak 44,7 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja Wakil Presiden.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap pemerintahan secara keseluruhan dan terhadap masing-masing pemimpin tercatat pada angka yang berbeda dalam survei Poltracking periode akhir September hingga awal Oktober 2026.

 

Megapolitandotco
Editor