Megapolitan.co – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebak, Banten, selama dua hari terakhir menyebabkan Sungai Ciujung meluap dan memicu longsor di bantaran sungai.

Akibatnya, empat rumah warga di Kampung Pasir Melati, Desa Tambakbaya, Cibadak, rusak berat setelah tanah di sekitar permukiman amblas.

Peristiwa longsor terjadi saat debit air Sungai Ciujung meningkat tajam akibat hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut.

Luapan air sungai mengikis tanah di bantaran hingga akhirnya runtuh dan menyeret sebagian bangunan rumah warga yang berada di tepi sungai.

Rekaman video yang beredar menunjukkan detik-detik longsor terjadi. Tanah di sekitar permukiman tiba-tiba ambles, membuat sebagian bangunan rumah warga runtuh ke arah aliran sungai.

Sejumlah bagian rumah mengalami kerusakan cukup parah. Salah satunya dapur milik warga yang ambruk dan jatuh ke aliran Sungai Ciujung.

Tanah di sekitar permukiman juga terlihat terus terkikis, sementara debit air sungai masih tinggi sehingga warga khawatir terjadi longsor susulan.

Munipah, salah satu warga terdampak, mengatakan tanda-tanda longsor sebenarnya sudah terasa sejak pagi hari. Ia mengaku sempat mendengar suara retakan dari bagian dapur rumahnya sebelum akhirnya ambruk.

“Saya dengar suara retakan dari dapur sekitar pukul 10.00 WIB. Tidak lama kemudian, sekitar pukul 13.00 WIB dapur rumah saya langsung ambruk,” kata Munipah, Senin, 9 Maret 2026.

Warga lainnya, Kaji, menyebut longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada siang hari. Selain rumah milik Munipah, tiga rumah lainnya juga mengalami kerusakan akibat tanah yang tergerus.

“Longsor terjadi setelah hujan deras. Ada empat rumah yang rusak karena tanah di pinggir sungai terkikis,” ujar Kaji.

Mayoritas rumah warga mengalami kerusakan parah pada beberapa bagian, seperti dapur, kamar, serta sejumlah peralatan rumah tangga yang hanyut terbawa arus sungai.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, para penghuni rumah terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat.

Hingga kini warga mengaku belum melihat adanya petugas dari pemerintah setempat yang datang ke lokasi untuk melakukan penanganan ataupun pendataan dampak bencana tersebut.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan mengingat kondisi tanah di bantaran sungai masih berpotensi mengalami longsor susulan.