Megapolitan.co – Polri mengumumkan perkembangan penanganan bencana alam yang melanda enam wilayah di Sumatera Utara, dengan total 20 kejadian berupa tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang.
Peristiwa yang terjadi di Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, dan Nias ini menyebabkan 19 warga menjadi korban, terdiri dari 10 orang meninggal, 3 luka-luka, dan 6 masih dalam pencarian.
Tercatat ada ribuan keluarga yang terdampak, dengan ratusan warga yang terpaksa mengungsi. Beberapa akses utama hingga saat ini juga masih tertutup material longsor.
Ratusan personel dikerahkan untuk evakuasi, pencarian korban, pengaturan lalu lintas, dan pembukaan jalur darurat. Sat Brimob dari berbagai kompi diturunkan ke sejumlah titik terdampak, termasuk wilayah Tapanuli Tengah, Padang Sidempuan–Tarutung, Parsalakan, Batujomba, hingga jalur menuju Sibolga.
Dukungan tambahan juga terus digeser, mulai dari personel Samapta, tim Dokkes, hingga tim Bid TI untuk memperkuat layanan kesehatan, komunikasi, dan pendataan di lapangan.
Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan komitmen Polri dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
“Polri akan terus hadir dan bekerja tanpa henti untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak. Keselamatan dan kemanusiaan adalah prioritas utama,” ujarnya kepada awak media, Selasa 25 November 2025.
“Setiap perkembangan akan kami sampaikan secara terbuka agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan dapat mengambil langkah aman,” tandasnya.
Polri terus mengimbau masyarakat, terutama di titik-titik rawan, agar tetap waspada mengingat intensitas hujan masih tinggi dan berpotensi memicu bencana susulan.






Tinggalkan Balasan