Megapolitan.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguji level support psikologis 6.000 pada perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026. Proyeksi tersebut disampaikan Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim.

IHSG mengawali perdagangan dengan penguatan 8,58 poin atau 0,14 persen ke level 6.018,08. Pada saat yang sama, indeks LQ45 naik 0,90 poin atau 0,15 persen menjadi 593,28.

Menurut Ratna, level 6.000 merupakan area penting yang perlu diperhatikan dalam pergerakan IHSG. Apabila indeks berakhir di bawah level tersebut, tekanan berpotensi berlanjut hingga menguji kisaran support 5.800-5.900.

Dari eksternal, pergerakan obligasi pemerintah Amerika Serikat menjadi salah satu sentimen yang dicermati investor.

Pelaku pasar mulai mengalihkan dana ke surat utang pemerintah AS seiring berkurangnya ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Harga minyak turut menjadi perhatian. Pada perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026, harga minyak Brent naik 4,4 persen menjadi 102 dolar AS per barel.

Sentimen dari dalam negeri datang dari data inflasi. Inflasi Indonesia pada September 2026 mencapai 3,28 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan 3,19 persen pada Agustus. Secara bulanan, inflasi tercatat 0,30 persen, sedangkan inflasi inti berada di level 2,84 persen.

Neraca perdagangan Indonesia juga mencatat surplus 3,55 miliar dolar AS pada Agustus 2026. Nilai tersebut meningkat signifikan dibandingkan surplus pada Juli yang hanya mencapai 120 juta dolar AS.

Sementara itu, pasar saham Asia bergerak beragam pada Jumat pagi. Nikkei melemah 0,62 persen dan KOSPI turun 0,47 persen. Di sisi lain, Shanghai menguat 0,23 persen, sedangkan Hang Seng terkoreksi 2,37 persen.

Dari Amerika Serikat, tiga indeks utama Wall Street berakhir di zona hijau pada perdagangan Kamis. S&P 500 naik 0,19 persen, Nasdaq Composite bertambah 0,04 persen, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,04 persen.

Dengan kondisi tersebut, level 6.000 menjadi titik teknikal yang perlu diperhatikan dalam perdagangan IHSG Jumat. Jika indeks mampu bertahan di atas level tersebut, area support itu tetap menjadi pijakan pergerakan. Sebaliknya, penutupan di bawah 6.000 berpotensi membawa IHSG menguji kisaran 5.800-5.900.