Megapolitan.co – Pmerintah memperkuat operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mulai dari pengerahan personel gabungan, pemadaman darat, water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca.
Hal ini menyusul munculnya sejumlah titik api, kepulan asap yang mendekati kawasan permukiman, serta dampak kondisi udara yang dirasakan masyarakat.
Situasi tersebut juga ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah unggahan memperlihatkan kobaran api dan asap tebal, termasuk aktivitas warga yang terdampak serta proses evakuasi di sejumlah lokasi.
Dari berbagai unggahan itu kemudian muncul anggapan bahwa pemerintah seolah tidak mengambil langkah ketika masyarakat menghadapi ancaman akibat karhutla.
Padahal, narasi mengenai tidak adanya penanganan pemerintah perlu dibandingkan dengan kondisi faktual di lapangan. Sejumlah data menunjukkan langkah pengendalian terus diperkuat seiring meningkatnya ancaman kebakaran, mulai dari pengerahan personel di darat, penggunaan mesin pompa, operasi helikopter water bombing, hingga pelaksanaan modifikasi cuaca.
Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengendalikan kebakaran sekaligus mengurangi dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat dan lingkungan.
Pemerintah Kerahkan Ratusan Personel dan Puluhan Pompa
Di Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi Kalsel memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru.
Sebanyak 200 personel gabungan diterjunkan ke lokasi dengan dukungan 53 mesin pompa atau dompeng. Upaya tersebut juga diperkuat tambahan sekitar 20 unit pompa dari berbagai pihak untuk mendukung proses pemadaman sekaligus pembasahan lahan.
Plt Kepala Dinas ESDM Kalsel Endarto mengatakan operasi penanganan tersebut telah berlangsung selama lebih dari 15 hari. Proses pembasahan terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama pada titik-titik yang masih membutuhkan pasokan air.
“Pemadaman dan pembasahan juga terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi lahan gambut,” kata Endarto seperti dikutip ANTARA.
Tinggalkan Balasan