Megapolitan.co – Influencer Silvia Tjan angkat bicara terkait kericuhan yang terjadi dalam forum diskusi bertajuk “Kopdar Bareng Mas Dar” di lingkungan Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Kegiatan tersebut menghadirkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Budiman Sudjatmiko.
Peristiwa itu menjadi sorotan setelah rekaman video yang diunggah akun Instagram Total Politik memperlihatkan sejumlah mahasiswa berusaha menghentikan jalannya diskusi yang tengah berlangsung.
Menanggapi video tersebut, Silvia mengaku tidak melihat adanya kritik yang disampaikan secara substantif dalam aksi yang terekam.
Menurutnya, suasana yang tampak justru diwarnai dengan saling menghina, menghujat, hingga upaya mengusir peserta forum.
“Dari tadi saya melihat videonya, saya sama sekali tidak menemukan kritiknya. Yang saya temukan justru mengatai orang pengkhianat, menghujat, menghina, dan mengusir. Saya juga tidak paham esensi dari pola tingkah laku seperti itu,” kata Silvia, dikutip akun Instagramnya, Sabtu (20/6/2026).
Silvia berpandangan forum tersebut sebenarnya merupakan ruang yang selama ini kerap diminta kalangan mahasiswa, yakni kesempatan berdialog secara langsung dengan pemerintah.
Ia menilai kehadiran tiga pejabat negara dalam satu forum semestinya dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi, menguji gagasan, serta memperjelas berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik.
“Selama ini yang mengherankan bagi saya, mahasiswa selalu meminta ruang untuk didengarkan. Nah, ketika ruang itu diberikan dan ada tiga wakil pemerintah yang hadir, seharusnya bisa dimanfaatkan untuk saling berdialog, bertukar opini, bahkan bertukar informasi sehingga keresahan masyarakat yang diwakili mahasiswa bisa didengar pemerintah dan mungkin juga diperjelas oleh pemerintah,” ujarnya.
Silvia juga menyoroti sikap Budiman Sudjatmiko selama forum berlangsung. Ia mengingatkan agar pejabat publik tidak melakukan tindakan atau menunjukkan gestur yang berpotensi memicu ketegangan di tengah peserta diskusi.
“Ini juga kritik untuk Pak Budiman Sudjatmiko, tidak usah memanas-manasi masyarakat, apalagi mahasiswa. Gestur-gestur seperti itu tidak perlu. Lebih baik seperti Pak Sudaryono dan Pak Nusron, cukup tersenyum saja,” katanya.
Menurut Silvia, pejabat publik memiliki tanggung jawab untuk menjaga suasana tetap kondusif dan tidak merespons luapan emosi masyarakat dengan cara yang serupa.
“Pejabat publik juga tidak boleh merespons emosi masyarakat dengan cara yang sama. Sementara masyarakat, ketika diberikan ruang yang selama ini selalu diminta, seharusnya memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin,” ujarnya.
Silvia juga mempertanyakan luapan emosi yang muncul dalam forum tersebut karena dinilai tidak memberikan solusi terhadap persoalan yang dibahas.
“Saya sebenarnya agak heran melihat emosi yang terlalu meledak-ledak. Padahal, emosi seperti itu juga tidak akan menyelesaikan apa pun,” kata Silvia.






Tinggalkan Balasan