Megapolitan.co – Lonjakan harga terjadi pada cabai oranye dan bawang merah di pasar tradisional Pandeglang, Banten. Kondisi ini tak hanya membebani konsumen, tetapi juga merugikan para pedagang.
Kenaikan harga yang terjadi sejak awal pekan ini membuat daya beli masyarakat menurun drastis, yang otomatis berdampak langsung pada penurunan omzet pedagang.
Di Pasar Badak Pandeglang misalnya, harga cabai oranye kini mencapai Rp85 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram.
Sementara itu, bawang merah yang semula dijual Rp35 ribu per kilogram kini melonjak ke kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang, Olis, mengungkapkan bahwa kondisi ini membuat penjualannya merosot tajam.
Ia menyebut kombinasi cuaca buruk yang memicu gagal panen dan tingginya permintaan menjadi penyebab utama kenaikan harga.
“Permintaan lagi banyak, faktor cuaca juga bikin petani gagal panen. Makanya sekarang lagi tinggi naiknya,” ujar Olis, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, kenaikan harga justru berbanding terbalik dengan pemasukan yang diterima.
Ia mengaku harus kehilangan omzet hingga 40 persen karena pembeli mengurangi jumlah belanja.
Dampak serupa juga dirasakan konsumen. Dedeh, salah satu pembeli, mengatakan kini harus lebih selektif saat berbelanja kebutuhan dapur.
“Saya jadi mengurangi pembelian karena harga cabai dan bawang sekarang mahal,” kata Dedeh.
Sementara itu, sejumlah komoditas lain seperti bawang putih, tomat, serta cabai rawit merah dan hijau masih terpantau stabil.
Meski demikian, tren kenaikan harga cabai dan bawang diperkirakan berlanjut, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha.
Para pedagang berharap ada intervensi pemerintah untuk menstabilkan harga, agar aktivitas jual beli kembali normal dan tidak semakin menekan ekonomi masyarakat kecil.






Tinggalkan Balasan