Megapolitan.co – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) kembali menegaskan kiprahnya di dunia akademik dengan mengukuhkan dua guru besar baru dalam Sidang Senat Akademik Terbuka yang digelar di Auditorium Kampus II Bekasi, Graha Tanoto, Kamis, 12 Februari 2026.

Dua akademisi yang resmi menyandang jabatan tertinggi di lingkungan perguruan tinggi itu adalah Mujiono Sadikin dari Fakultas Ilmu Komputer serta Joko Sriwidodo dari Fakultas Hukum.

Mujiono Sadikin dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang pembelajaran mesin. Dalam orasi ilmiahnya berjudul

Memanfaatkan Keberlimpahan Data dan Teknologi AI untuk Kehidupan yang Lebih Baik, Beretika, dan Bertanggung Jawab”, ia menyoroti pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan secara etis dan berdampak luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Joko Sriwidodo yang berasal dari bidang Hukum Peradilan Pidana memaparkan gagasan melalui orasi berjudul “Paradigma Pemidanaan Transformatif Menuju Keadilan Restoratif dalam Sistem Hukum Pidana di Indonesia”.

Ia menekankan perlunya pembaruan pendekatan pemidanaan agar lebih berorientasi pada pemulihan dan keadilan substantif.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Rektor Ubhara Jaya, Irjen Pol. (Purn) Bambang Karsono selaku Ketua Senat Akademik.

Rektor Ubhara Jaya, Irjen. Pol. (Purn) Bambang Karsono, mengatakan, dua Guru Besar yang telah dikukuhkan ini telah memberikan dampak positif kepada masyarakat. Yakni melalui kegiatan riset pada bidang kepakaran yang dimiliki keduanya.

“Semoga capaian kedua Guru Besar baru Ubhara Jaya ini mampu menjadi inspirasi dosen lain. Dalam menghasilkan inovasi teknologi pendidikan yang berdampak positif bagi masyarakat luas,” katanya.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Brata Bhakti, Jenderal Polisi (Purn) Chairuddin Ismail juga menyampaikan apresiasi atas pencapaian akademik tersebut.

Ia menilai pengukuhan ini menjadi bukti konsistensi kampus dalam meningkatkan mutu keilmuan.

“Pengukuhan Guru Besar ini juga menjadi bentuk komitmen Ubhara Jaya dalam meningkatkan kontribusi keilmuan. Baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Sebagai guru besar baru, Joko menyatakan kesiapannya untuk terus berkontribusi bagi dunia akademik dan pengembangan hukum di Indonesia.

“Tentunya saya akan terus memberikan kontribusi nyata. Baik untuk kampus maupun untuk masyarakat dan hukum Indonesia,” ucapnya.

Komitmen serupa juga ditegaskan Mujiono Sadikin dalam pengembangan tridarma perguruan tinggi.
“Tentu kita berkomitmen memberikan kontribusi nyata kepada kampus. Dan yang tidak kalah penting kontribusi kepada masyarakat sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Dengan tambahan dua profesor tersebut, Ubhara Jaya kini memiliki total 12 Guru Besar yang tersebar di tujuh fakultas, memperkuat posisi institusi dalam pengembangan riset dan inovasi lintas disiplin.

Turut hadir di pengukuhan, Ketua Dewan Pembina Yayasan Brata Bhakti, Jenderal Polisi (Purn) Chairuddin Ismail, Ketua Pengurus Yayasan Brata Bhakti Irjen Polisi (Purn) Winarto Hadi, serta Mayjen TNI (Purn) Prijanto yang pernah menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, bersama sejumlah tamu kehormatan lainnya.

megapolitanco
Editor