Megapolitan.co – Di tengah banjir yang masih melanda Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, semangat gotong royong warga tetap terjaga.

Bahkan, prosesi sunatan seorang anak tetap dilaksanakan meski akses jalan menuju lokasi terendam banjir dan tidak bisa dilalui kendaraan darat.

Peristiwa tersebut terjadi Senin 9 Febuari 2026 pagi, saat warga Desa Idaman mengantarkan seorang anak menuju lokasi sunatan di Desa Surianeun.

Untuk mencapai tujuan, warga harus menempuh jarak sekitar 15 kilometer menggunakan perahu kayu, menembus banjir yang merendam wilayah tersebut.

Perahu menjadi satu-satunya sarana transportasi yang dapat digunakan, lantaran akses jalan dari Desa Idaman menuju Desa Surianeun terputus akibat banjir luapan Sungai Cilemer.

Sejumlah warga secara bergantian membantu mengayuh perahu agar prosesi sunatan tetap dapat dilaksanakan sesuai rencana.

Meski harus melewati medan yang sulit, prosesi sunatan akhirnya berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Warga berharap kondisi segera membaik agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal.

Kepala Desa Idaman, Ilman, mengatakan banjir yang melanda wilayahnya kembali terjadi sejak akhir pekan lalu dan hingga kini belum sepenuhnya surut, khususnya di Kecamatan Patia.

“Banjir kembali meluap sejak Sabtu kemarin. Di beberapa kecamatan sudah mulai surut, tetapi di Patia air masih menggenang sehingga warga masih kesulitan beraktivitas,” ujar Ilman.

Ia menjelaskan, banjir dipicu oleh meluapnya Sungai Cilemer yang merendam sedikitnya empat kecamatan di Kabupaten Pandeglang.

Dari jumlah tersebut, tiga kecamatan dilaporkan telah surut, sementara Kecamatan Patia masih terendam dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter.

Warga berharap adanya penanganan lebih lanjut agar banjir tidak terus berulang, mengingat kondisi tersebut sangat mengganggu mobilitas dan aktivitas sehari-hari masyarakat.

megapolitanco
Editor