Megapolitan.co – Banjir setinggi sekitar 50 sentimeter merendam permukiman warga di Kampung Gendulen, Desa Sukatani, Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten.

Genangan air dilaporkan telah berlangsung lebih dari satu bulan dan belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Hingga Jumat (23/1/2026), air terpantau masih menggenangi pemukiman padat penduduk itu. Bahkan, sebagian rumah terendam hingga menutupi lantai, dan memaksa warga beraktivitas dalam kondisi terbatas.

Banjir masih dipicu tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut selama berhari-hari. Kondisi ini semakin diperparah oleh buruknya sistem drainase yang tak kunjung mendapat perbaikan.

Salah seorang warga, Tika, mengatakan genangan air tetap bertahan meski hujan sudah tidak turun dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, air tidak memiliki saluran pembuangan yang memadai sehingga terus menggenangi kampung.

“Banjirnya sudah lama, hampir sebulan lebih. Walaupun sekarang hujan sudah reda, airnya tetap tidak surut. Rumah saya masih tergenang, tapi saya tetap bertahan dan tidur di rumah,” ujar Tika, warga terdampak.

Hal senada disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Sukatani, Abu Toib. Ia menyebut persoalan utama banjir di wilayah tersebut adalah tidak adanya saluran drainase yang mengarah ke pembuangan utama.

“Di wilayah ini memang belum ada saluran drainase yang memadai. Akibatnya, air luapan tidak bisa mengalir keluar dan akhirnya menggenangi permukiman warga,” kata Abu Toib.

Berdasarkan data sementara pemerintah desa, banjir berdampak pada sekitar 25 hingga 30 kepala keluarga.

Wilayah terdampak berada di Kampung Sukaraya RT 01 RW 01 dan Kampung Ngedun RT 02 RW 01, Desa Sukatani.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menangani persoalan drainase agar banjir tidak terus berulang dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

megapolitanco
Editor