Megapolitan.co – Dir Intelkam Polda Lampung Kombes Pol. Efrizal menegaskan pentingnya menghadirkan ruang pemulihan emosi bagi keluarga besar Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam).

Imbauan ini disampaikan Efrizal saat menghadiri program penguatan mental melalui kegiatan Self Healing and Emotional Cleansing, di Ballroom salah satu hotel di Lampung, Jumat, 5 Desember 2025.

“Seiring dengan meningkatnya tekanan kerja, tuntutan pelayanan publik, serta tantangan dalam mengelola peran sebagai anggota Polri sekaligus kepala keluarga,” ujarnya.

Acara ini bekerja sama dengan Thanks Institute Indonesia, dan melibatkan seluruh personel Dit Intelkam dan Bhayangkari.

Program ini dirancang sebagai sarana pemeliharaan kesehatan mental secara menyeluruh, mencakup aspek emosional, spiritual, serta kecerdasan hati untuk membantu anggota mengelola stres dan tekanan psikologis yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Polda Lampung menghadirkan motivator nasional sekaligus peraih Best Choice Asia Awards 2024, Ketut Abid Halimi, yang memberikan pembekalan dan sesi motivasi mendalam.

“Tekanan tugas di lapangan dan persoalan keluarga seringkali hadir bersamaan. Oleh karena itu, personel membutuhkan ruang untuk merawat mentalnya. Kegiatan ini bukan sekadar relaksasi, tetapi bentuk ikhtiar agar kita semua bisa menjalankan tugas pengayoman dengan hati yang jernih dan emosi yang stabil,” jelas Abid.

Ia menambahkan, bahwa kesehatan mental yang kuat akan berdampak langsung pada pelayanan publik yang lebih humanis dan profesional. “Itulah yang ingin kita kuatkan melalui program hari ini,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi sebagai puncak Emotional Cleansing 2025, sekaligus momentum menata resolusi menyongsong tahun 2026.

Suasana khidmat mewarnai ruangan, di mana banyak peserta merasakan pelepasan beban emosional dan kembali termotivasi.

“Saya merasa sangat beruntung bisa mengikuti acara Emotional Cleansing ini. Terima kasih banyak kepada Bapak Dir Intelkam dan kepada Dr Abid yang sudah membuka wawasan dan hati kami. Rasanya beban yang selama ini menumpuk seperti diangkat perlahan. Saya merasa lebih siap menjalani tugas dan kehidupan sehari-hari,” ujar salah satu peserta.

Ronnie Sahala
Editor