Megapolitan.co – Warga Desa Sawah Luhur, Kasemen, Kabupaten Serang, Banten, dikejutkan dengan insiden sambaran petir yang menimpa sembilan orang petani, saat sedang berteduh di sebuah saung usai menandur, Kamis, 4 Desember 2025 pagi.

Peristiwa tersebut menewaskan empat orang dan lima lainnya luka-luka. Tiga korban yang selamat sempat dirawat di RSUD dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Kabupaten Serang. Dua di antaranya telah diperbolehkan pulang karena kondisi luka bakar mulai membaik.

Salah satu korban selamat, Toha mengatakan mereka awalnya berteduh bersama di saung yang berada di tengah area persawahan saat hujan deras mengguyur. Lalu salah seorang rekannya sempat memegang telepon genggam di saung tersebut.

“Sebelum kejadian itu ada yang pegang handphone, mau dimatikan. Tiba-tiba petir nyamber. Empat orang meninggal di tempat. Kami yang lain dibawa ke rumah sakit,” ujar Toha, Jumat (5/12/2025).

Sementara itu, Kabag Humas RSDP Kabupaten Serang, Ia Hadiyati, membenarkan jika dua orang korban yang sebelumnya dirawat, sudah diperbolehkan pulang. Satu pasien lainnya masih menjalani perawatan intensif.

“Satu pasien masih dirawat. Belum bisa dipastikan kapan bisa pulang karena harus menunggu keputusan dokter yang menangani,” kata Hadiyati.

Hingga kini, pihak keluarga korban dan warga sekitar masih terpukul dengan kejadian tragis tersebut. Polisi telah mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan menghindari berteduh di area terbuka saat cuaca ekstrem.

Sebelumnya, sebanyak sembilan orang petani di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, tersambar petir saat sedang berteduh dari hujan deras, di area persawahan.

Empat orang tewas di lokasi, sementara lima lainnya dilarikan ke dua rumah sakit berbeda untuk mendapatkan perawatan intensif.

Seluruh korban yang selamat dilaporkan dalam kondisi stabil, namun masih membutuhkan observasi lanjutan dari tenaga medis.

Ronnie Sahala
Editor