Logistik Penanganan Gempa NTT Tembus 2.158,55 Ton
Besarnya respons bantuan pemerintah dan berbagai pihak juga dapat dilihat melalui data logistik yang dihimpun BNPB.
Berdasarkan data yang dipublikasikan Katadata/Databoks, hingga 26 Agustus 2026, total logistik bantuan untuk korban gempa NTT yang telah terkumpul mencapai 2.158,55 ton.
Dari keseluruhan bantuan tersebut, sebanyak 1.681,73 ton atau 77,9 persen telah dikirim menuju wilayah yang membutuhkan.
Bantuan tersebut didistribusikan menuju pos pendukung di Labuan Bajo dan Maumere. Kedua lokasi tersebut menjadi titik penting untuk mendukung proses penyaluran bantuan menuju daerah terdampak.
Sementara itu, sebanyak 476,82 ton atau 22,1 persen masih berada di gudang pos logistik utama di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Data tersebut memberikan gambaran mengenai skala dukungan logistik yang telah berjalan hingga waktu Prabowo melakukan kunjungan langsung ke NTT.
Meski demikian, jumlah bantuan yang terkumpul tentu tidak dapat secara otomatis diartikan bahwa seluruh kebutuhan masyarakat telah terpenuhi.
Data tersebut lebih tepat menunjukkan bahwa proses pengumpulan, pengiriman dan distribusi bantuan telah dilakukan sebelum maupun bersamaan dengan kedatangan Presiden ke wilayah terdampak.
Dengan demikian, melihat kehadiran negara hanya berdasarkan kapan Presiden tiba di lokasi akan memberikan gambaran yang tidak lengkap mengenai keseluruhan proses penanganan bencana.
Penanganan Karhutla dan Gempa NTT Berjalan Bersamaan
Pada saat penanganan gempa NTT berlangsung, pemerintah juga harus menghadapi persoalan karhutla di Kalimantan.
Tinggalkan Balasan