Megapolitan.co – Polisi memastikan dugaan aksi pembegalan di Desa Penyampak, Tempilang, Bangka Barat, tidak benar.

Hasil klarifikasi terhadap dua pria yang terlibat, menunjukkan peristiwa tersebut hanya sebuah kesalahpahaman.

Klarifikasi dilakukan di Mapolsek Tempilang, pada Jumat, 9 Oktober 2026, menindaklanjuti aduan masyarakat melalui media sosial Humas Polres Bangka Barat.

Peristiwa itu sendiri terjadi pada Senin (5/10) sekitar pukul 18.30 WIB di sekitar pemakaman umum Dusun Nyikep, Desa Penyampak.

Berdasarkan keterangan Riki Suganda dan Senli Permadi, keduanya bekerja sebagai kurir Shopee Express dan sedang dalam perjalanan dari arah Desa Sangku.

Selama perjalanan, mereka sempat bercanda hingga Senli berniat menakut-nakuti Riki dengan mencegat sepeda motornya di dekat pemakaman.

Riki yang ketakutan kemudian berusaha menendang ke arah Senli. Sepeda motor yang dikendarainya oleng hingga akhirnya terjatuh.

Dalam kondisi panik, Riki berlari ke rumah warga untuk meminta pertolongan karena mengira dirinya menjadi korban pembegalan.

Sementara itu, Senli meninggalkan lokasi lantaran khawatir terjadi kesalahpahaman dengan warga sekitar.

Keluarga Riki sempat menduga terjadi pembegalan karena Riki belum mampu menjelaskan kejadian tersebut secara terang setelah insiden, mengingat kondisinya masih sakit.

Dugaan itu kemudian berkembang menjadi isu pembegalan di Desa Penyampak dan meresahkan warga. Setelah meminta keterangan dari kedua pihak, polisi menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut hanya kesalahpahaman yang dipicu candaan antarteman.

Polsek Tempilang juga memfasilitasi mediasi agar persoalan tidak berlarut-larut dan kedua pihak tidak saling menyalahkan.

“Masyarakat diharapkan memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkan, terutama kabar mengenai dugaan tindak kriminal yang berpotensi menimbulkan keresahan,” imbuh Yos, Sabtu (10/10/2026).

Masyarakat juga diimbau memanfaatkan saluran pengaduan kepolisian jika mengetahui atau mengalami peristiwa yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Setiap laporan akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan untuk memastikan fakta kejadian,” tandas Yos.

Polres Bangka Barat menegaskan penanganan aduan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan humanis, sekaligus mengklarifikasi informasi yang berkembang di masyarakat berdasarkan fakta di lapangan.

 

 

Megapolitandotco
Editor