Megapolitan.co – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menjelaskan bahwa arus mudik sejak 12 Maret 2026 dari Jawa melalui empat pelabuhan berjalan aman dan terkendali.
Hal ini disampaikan pada pertemuan Forkopimda Provinsi Banten melalui zoom arahan dan pelaporan situasi Kamtibmas dari Mercusuar Anyer, Selasa (24/3/2026).
“Secara umum, arus mudik di wilayah hukum Polda Banten sejak dimulai pada 12 Maret 2026 dari Jawa melalui empat Pelabuhan berjalan aman, lancar, dan terkendali,” ujarnya.
Hengki menambahkan, pengamanan arus balik dimulai sejak 24 Maret dan masyarakat dianjurkan memanfaatkan fleksibilitas tanggal karena kebijakan Work From Anywhere, untuk mengurangi kepadatan.
“Kepada masyarakat agar tidak hanya fokus pada tanggal 24, karena dengan diberlakukannya Work From Anywhere, masyarakat dapat memilih alternatif tanggal lain seperti 25, 26, maupun 27 Maret,” ucapnya.
“Hal ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan arus balik. Silakan masyarakat memanfaatkan pilihan tanggal tersebut,” tambahnya.

Selain fokus arus balik, perhatian juga diberikan pada pengamanan wisata di kawasan Anyer hingga Cinangka, Pandeglang hingga Carita, serta Sawarna di Lebak.
Penerapan rekayasa lalu lintas berupa one way pendek dan panjang diterapkan agar arus wisata tetap lancar.
Selain arus balik dari Sumatera melalui Pelabuhan Merak, mulai H+1 lebaran, pengamanan juga fokus pada arus wisata di kawasan Anyer hingga Cinangka, Pandeglang hingga Carita, serta Sawarna di Lebak.
“Secara umum, meskipun terjadi kepadatan, arus wisata tetap berjalan lancar dengan penerapan rekayasa lalu lintas berupa one way pendek dan panjang, baik dari jalur JLS menuju Teneng maupun sebaliknya ke arah Jakarta,” kata Hengki.
Data Kemenhub per 23 Maret 2026 menunjukkan peningkatan kendaraan yang menyeberang dibanding tahun 2025: kendaraan roda dua naik 8%, roda empat naik 4%, bus naik 6%, dan truk golongan 5–9 naik 17%. Total kendaraan menyeberang meningkat 7% menjadi 257.206 unit.
Hengki pun memberi imbauan kepada para orangtua agar selalu mengawasi anak-anaknya, terutama saat berenang, mengingat arus pantai yang bisa berubah sewaktu-waktu.
“Kami telah menyiagakan petugas dari Ditpolair melalui patroli, serta Binmas yang memberikan himbauan kamtibmas. Masyarakat juga diminta mengikuti petunjuk dari pengelola wisata, khususnya terkait batas aman berenang, agar tidak menjadi korban,” imbaunya.
Turut hadir dalam giat tersebut, Gubernur Banten Andra Soni, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan hingga Pejabat Utama Polda Banten.






Tinggalkan Balasan