Megapolitan.co – Setelah tiga hari pencarian intensif, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jenazah Febri (17), penambang timah yang diserang buaya di Sungai Pelaben, dekat Jembatan Air Anyir, Kabupaten Bangka, Kamis 4 Juni 2025.

Tubuh remaja malang itu ditemukan dalam kondisi tidak utuh di tepi kolong bekas tambang yang terhubung ke aliran Sungai Pelaben, sekitar satu kilometer dari lokasi awal insiden, pada pukul 16.47 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, menyatakan operasi pencarian resmi dihentikan usai penemuan jenazah.

“Korban ditemukan saat proses penyisiran menggunakan rubber boat dan perahu milik pekerja tambang bersama pihak keluarga,” kata Oka dalam keterangannya di Pangkalpinang, Kamis sore.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka di Desa Baturusa untuk diserahkan kepada keluarga.

“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah terlibat selama proses pencarian,” imbuhnya.

Kejadian nahas ini terjadi pada Selasa, 2 Juli 2027 sekira pukul 18.21 WIB. Saat itu, korban tengah mendorong drum ke bawah ponton timah bersama rekan-rekannya. Tanpa diduga, seekor buaya muncul dan langsung menerkam serta menyeret korban ke dalam sungai.

Saksi mata bernama Iwan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga korban, yang kemudian meminta bantuan dari Kantor SAR Pangkalpinang.

Dengan berakhirnya proses pencarian, pihak SAR mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan untuk lebih waspada terhadap potensi serangan satwa liar, khususnya buaya.

megapolitanco
Editor