Megapolitan.co – Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah menggenjot langkah pengendalian harga minyak goreng menjelang Ramadhan 2026.
Salah satu strategi utama yang ditempuh adalah mempercepat penyaluran Minyakita secara langsung ke pedagang dan pengecer, khususnya di wilayah Kedu, termasuk Kabupaten Temanggung, guna menahan laju kenaikan harga dan menjaga inflasi pangan.
Perum Bulog melalui Cabang Magelang menyiapkan total sekitar 280 ribu liter Minyakita untuk wilayah Kedu.
Skema distribusi langsung dipilih agar rantai pasok lebih pendek sehingga harga di tingkat konsumen dapat tetap terjaga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.
Direktur Pemasaran Perum Bulog, Febby Novita, mengatakan pada 2026 Bulog memegang peran dominan dalam distribusi Minyakita secara nasional.
“Bulog menguasai sekitar 70 persen kuota distribusi Minyakita nasional, setara 700 ribu kiloliter per tahun atau sekitar 60 ribu kiloliter per bulan,” kata Febby.
Ia menjelaskan, alokasi Minyakita yang dikelola Bulog saat ini mencapai 36 ribu ton. Percepatan distribusi langsung ke pedagang dilakukan bersama Kementerian Perdagangan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga pangan strategis menjelang Ramadhan.
“Langkah ini kami lakukan untuk menekan inflasi musiman. Skema ini sebelumnya berhasil diterapkan di Bulog Madiun dengan penyaluran mencapai 482 ribu liter,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Minyakita sendiri merupakan minyak goreng sawit kemasan sederhana yang diproduksi melalui skema Domestic Market Obligation (DMO).
Program Kementerian Perdagangan ini ditujukan agar masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau, yakni di kisaran Rp14.000 hingga Rp15.700 per liter.
Di Kabupaten Temanggung, harga Minyakita sempat mengalami lonjakan hingga Rp18.000 per liter pada periode akhir 2025 hingga awal 2026.
Kondisi tersebut terjadi akibat keterbatasan stok Bulog daerah yang dialokasikan untuk bantuan pangan masyarakat miskin, serta tersendatnya pasokan dari daerah lain.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UKM (Dinkopdag) Temanggung, Ponco Marbagyo, memastikan situasi pasokan kini berangsur normal.
“Stok Bulog Temanggung memang habis karena digunakan untuk bantuan pangan di akhir 2025. Sekarang suplai ditopang dari luar daerah dan disalurkan langsung ke pedagang agar harga bisa kembali stabil,” ucapnya.
Menurutnya, Bulog menyalurkan Minyakita ke pedagang dengan harga sekitar Rp14.500 per liter. Dengan mekanisme tersebut, harga di tingkat konsumen diharapkan tidak melampaui HET yang telah ditetapkan pemerintah.
Selain dari Bulog, upaya pengamanan pasokan juga diperkuat oleh Dinkopdag Provinsi Jawa Tengah yang menyalurkan tambahan 2.880 liter Minyakita ke pasar-pasar tradisional di Temanggung untuk menjaga ketersediaan dan menekan gejolak harga.
Melalui koordinasi lintas instansi dan distribusi yang dipercepat, pemerintah optimistis pasokan Minyakita tetap aman serta harga minyak goreng dapat dijaga stabil selama Ramadhan hingga Idul Fitri 2026.






Tinggalkan Balasan