Megapolitan.co – Pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan menjadi fokus pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Bangka Barat.
Program yang menggabungkan pembangunan infrastruktur dan pelayanan masyarakat ini resmi dibuka Bupati Bangka Barat, Markus, di Desa Sinar Manik, Kecamatan Jebus.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan tersebut berlangsung selama satu bulan, mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026.
Sejumlah program disiapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari perbaikan infrastruktur, akses air bersih, rehabilitasi rumah dan sekolah, hingga pelayanan kesehatan serta pemberdayaan ekonomi warga.
Dalam sambutannya, Markus menyampaikan TMMD ke-130 ini merupakan wujud nyata kolaborasi dan sinergi lintas sektor antara Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Kodim 0431/Bangka Barat, pemerintah desa, serta unsur TNI dan Polri.
“Pembangunan yang mencakup sektor fisik, kesehatan, hingga lingkungan ini dirancang khusus untuk memberikan dampak positif dan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Markus, Selasa (13/10/2026).
Infrastruktur Desa Jadi Prioritas
Komandan Kodim (Dandim) 0431/Bangka Barat Letkol Czi Fadil menjelaskan, pelaksanaan TMMD ke-130 didasarkan pada Surat Telegram Pangdam II/Sriwijaya Nomor ST/1491/2026 tertanggal 29 September 2026.
Sebanyak 150 personel Satgas TMMD disiapkan untuk menjalankan kegiatan tersebut. Personel terdiri atas 23 orang Dansatgas dan staf, 12 orang tim asistensi atau penyuluh, serta 115 orang SSK TMMD.
Dukungan anggaran program mencapai Rp1.466.992.000. Dana tersebut bersumber dari Komando Atas sebesar Rp474.500.000 dan APBD Pemerintah Kabupaten Bangka Barat sebesar Rp992.492.000.
Pada sasaran fisik, TMMD ke-130 mencakup normalisasi sungai di Desa Sinar Manik sepanjang 2,5 kilometer, termasuk pekerjaan galian dan pembuatan talud batu sepanjang 80 meter.
Program lainnya berupa pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Kecamatan Kelapa, pembuatan lima titik sumur bor, serta rehabilitasi empat unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Pembangunan juga menyasar fasilitas pendidikan melalui rehabilitasi dua sekolah, yakni SDN 5 Mentok dan SD 4 Simpang Teritip.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki sarana pendukung pendidikan di wilayah yang membutuhkan perhatian pembangunan.
Di sektor lingkungan dan ketahanan pangan, kegiatan meliputi pemanfaatan lahan seluas satu hektare untuk ketahanan pangan serta penanaman 1.000 bibit pohon keras dan buah. Satgas juga mengagendakan pembersihan lingkungan tempat ibadah dan pasar.
Sementara itu, dukungan terhadap kesehatan masyarakat diwujudkan melalui pembagian 100 paket makanan bergizi bagi anak stunting.
Pelayanan Kesehatan dan Edukasi Menjangkau Warga
Selain pembangunan fisik, terdapat pula penyuluhan dan pelayanan masyarakat. Program tersebut mencakup edukasi pencegahan stunting, pelayanan Posyandu, serta Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM).
Penyuluhan lain meliputi wawasan kebangsaan, bela negara, kampanye kreatif, hukum, keamanan dan kamtibmas, serta bahaya narkoba. Edukasi di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan turut disiapkan untuk memperkuat pengetahuan masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Rangkaian pembukaan TMMD dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial secara simbolis kepada warga oleh Dandim 0431/Bangka Barat bersama jajaran Forkopimda.
Posko Stunting, Posyandu, dan Posbindu PTM menyediakan edukasi gizi, penanganan stunting, serta layanan kesehatan dengan dukungan Rumah Sehat BAZNAS. Terdapat pula Posko Donor Darah yang melayani pendaftaran dan pemeriksaan kesehatan awal bagi calon pendonor.
Warga juga dapat memanfaatkan posko pengobatan gratis untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan dasar, konsultasi medis, dan obat-obatan dari puskesmas setempat.
Di bidang pemenuhan kebutuhan pokok, Gerakan Pangan Murah (GPM) dan stan BULOG menyediakan bahan pangan, termasuk Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), dengan harga terjangkau.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, TMMD ke-130 diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar dan mendorong aktivitas ekonomi di pedesaan.
Kolaborasi pemerintah daerah, TNI/Polri, dan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam upaya memperkecil kesenjangan pembangunan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Bangka Barat.
Tinggalkan Balasan