Megapolitan.co – Menjelang perayaan Imlek 2026 dan memasuki bulan suci Ramadan, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Lebak, Banten, mengalami kenaikan cukup signifikan. Kondisi ini dikeluhkan pedagang maupun masyarakat karena berdampak langsung pada daya beli.
Salah satunya di Pasar Tradisional Sampay, Kecamatan Warunggunung, Selasa (10/2/2026), menunjukkan kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas utama, seperti telur ayam, gula, minyak goreng curah, hingga minyak goreng kemasan berbagai merek, termasuk Minyakita.
Harga telur ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp28 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp30 ribu per kilogram. Sementara itu, minyak goreng curah mengalami kenaikan dari Rp17 ribu menjadi Rp18 ribu per liter.
Adapun minyak goreng kemasan juga ikut terkerek naik dengan kenaikan bervariasi sekitar Rp1.000 hingga Rp1.500 per liter, tergantung merek.
Salah seorang pedagang sembako, Yubi, mengatakan lonjakan harga tersebut berimbas langsung terhadap menurunnya minat belanja masyarakat. Ia mengaku omzet dagangannya merosot cukup tajam sejak harga kebutuhan pokok mulai naik.
“Dampaknya sangat terasa, pembeli jadi berkurang. Omzet kami turun sekitar 40 sampai 45 persen sejak harga-harga naik,” ujar Yubi, Selasa (10/2/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan oleh pembeli. Lefi, warga yang berbelanja di pasar tersebut, menilai kenaikan harga kebutuhan pokok semakin memberatkan, terutama bagi ibu rumah tangga yang harus mengatur pengeluaran harian.
“Harga-harga sekarang mahal, sangat memberatkan. Apalagi kebutuhan rumah tangga banyak, sementara penghasilan tidak naik,” kata Lefi.
Baik pedagang maupun pembeli berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk mengendalikan harga bahan kebutuhan pokok, khususnya menjelang hari besar keagamaan.
Mereka menilai stabilitas harga sangat penting agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan daya beli tidak semakin melemah.






Tinggalkan Balasan