Megapolitan.co – Suasana hening dan sejuk di tengah kawasan hutan Kabupaten Lebak, Banten, menjadi daya tarik tersendiri bagi umat Katolik yang berziarah ke Gua Maria Bukit Kanada (GMBK), Rangkasbitung.

Destinasi wisata religi yang buka 24 jam ini kerap dipadati peziarah, terutama saat akhir pekan dan musim libur.

Salah satunya dirasakan Mikael Eko Priandono, peziarah asal Solo, yang datang bersama keluarga untuk mengisi waktu liburan sekaligus berdoa.

“Saya datang ke sini kebetulan sedang libur dan bertemu anak-anak, sekaligus berziarah dan berdoa agar kami sekeluarga diberikan keselamatan dan kedamaian. Lokasinya sangat khidmat untuk mendekatkan diri dengan Tuhan melalui devosi kepada Bunda Maria,” ujar Mikael, Jumat 26 Desember 2025.

Menurutnya, suasana alam yang masih asri dengan pepohonan besar serta lingkungan yang tenang membuat doa dan perenungan terasa lebih mendalam.

Ia menilai Gua Maria Bukit Kanada bukan hanya tempat wisata religi, tetapi juga ruang refleksi spiritual bagi umat Katolik.

Gua Maria Bukit Kanada terletak di Desa Jatimulya, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, dengan jarak sekitar dua kilometer dari Stasiun Rangkasbitung.

Akses menuju lokasi cukup mudah, baik menggunakan KRL rute Tanah Abang–Rangkasbitung yang dilanjutkan angkutan umum, maupun kendaraan pribadi melalui Tol Serang–Panimbang atau jalur nasional Bogor–Rangkasbitung.

Sebelum tiba di Gua Maria, para peziarah umumnya melakukan Jalan Salib dengan dua pilihan rute.

Rute panjang ditempuh sekitar 35 hingga 45 menit, sementara rute pendek hanya memakan waktu sekitar 10 menit.

Jalur tersebut telah dipaving dan dilengkapi petugas yang berjaga untuk membantu serta mengarahkan peziarah.

Pengelola Objek Wisata Religi Gua Maria Bukit Kanada, Bernadus Agus Irwansyah, menjelaskan bahwa tempat ziarah ini dibangun pada 1987–1988 atas inisiatif umat Katolik Paroki Rangkasbitung, terinspirasi dari seruan Paus Yohanes Paulus II yang menetapkan tahun tersebut sebagai Tahun Maria.

“Pembangunan pertama kali dilakukan pada tahun 1987 setelah Paus Yohanes Paulus II menyerukan Tahun Maria. Dari situ umat Paroki Rangkasbitung terinspirasi mendirikan Gua Maria sebagai bentuk kecintaan kepada Bunda Maria,” kata Bernadus.

Ia menambahkan, Gua Maria Bukit Kanada yang diberkati pada 15 Agustus 1988 merupakan gua Maria pertama di Provinsi Banten.

Seiring waktu, fasilitas terus dikembangkan dan jumlah peziarah semakin meningkat.

“Sekarang peziarah datang dari berbagai daerah, mulai dari Jabodetabek hingga luar daerah. Mereka tidak hanya beribadah dan berdoa, tetapi juga menikmati wisata alam yang ada di kawasan ini,” ucapnya.

Selain berziarah, pengunjung juga dapat menikmati fasilitas agrowisata seperti kebun anggrek, taman bunga, kolam ikan, serta kuliner khas Lebak yang dikelola warga sekitar.

Kehadiran Gua Maria Bukit Kanada pun turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat, terutama melalui sektor transportasi dan usaha kecil di sekitar lokasi.

Ronnie Sahala
Editor