Megapolitan.co – Personel TNI terus terlibat aktif dalam upaya pemulihan wilayah Aceh pascabencana banjir dan tanah longsor.
Di berbagai daerah terdampak, prajurit turun langsung membantu warga membersihkan serta memperbaiki rumah yang rusak akibat terjangan bencana.
Di Desa Beurawang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, personel TNI membantu membersihkan rumah milik Fatimah yang masih dipenuhi lumpur tebal, Minggu, 1 Januari 2026.
Proses pembersihan telah mencapai sekitar 47 persen, meski sebagian ruangan masih tertutup lumpur basah.
Dengan peralatan sederhana seperti sekop dan cangkul, para prajurit mengangkat lumpur secara bertahap.
Di tengah kondisi medan yang berat, mereka tetap bekerja tanpa mengenal lelah demi meringankan beban warga.
Sementara itu, upaya pemulihan juga dilakukan di Desa Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.
Di lokasi tersebut, TNI membantu membersihkan puing-puing rumah kayu warga yang roboh akibat banjir bandang.
Puluhan personel tampak memilah sisa material bangunan untuk persiapan pembangunan kembali.
Kegiatan serupa berlangsung di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Personel membersihkan rumah milik Afasah yang sebagian besar ruangannya masih dipenuhi lumpur.
Dengan cangkul dan sekop, lumpur dipindahkan ke lokasi pembuangan. Suasana kerja tetap hangat, diwarnai obrolan ringan yang mengiringi proses pembersihan.
Tak jauh dari lokasi tersebut, rumah milik Nek Nuriyah juga dibersihkan. Lapisan lumpur yang menutup lantai rumah perlahan terangkat, membuka kembali ruang hunian yang sempat tak layak ditempati. Harapan pun mulai tumbuh seiring proses pemulihan yang berjalan.
Di lokasi lain, rumah Cut Putri menjadi salah satu sasaran pembersihan lanjutan. Meski setiap ruangan masih dipenuhi lumpur basah, personel TNI terus bekerja dengan mengenakan sepatu bot dan peralatan seadanya.
Keterlibatan TNI dalam pemulihan rumah warga ini mencerminkan kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan dan mengembalikan kehidupan warga Aceh secara bertahap.






Tinggalkan Balasan